2010년 11월 6일 토요일

From Wasior to Merapi

“Jangan tanya apa yang bangsamu berikan untukmu, tapi tanya kepada dirimu, apa yang telah kau berikan untuk bangsamu”.  John F Kennedy

Itu mungkin kutipan yang sudah mendunia. Di Indonesia, biasanya itu dijadikan sebagai cambuk untuk kita tidak berlama-lama mengeluh dan mencibir pemerintah. Pemerintah? Sudah bukan saat yang tepat rasanya meneriaki mereka dan bertanya apa dan bagaimana dengan semua yang terjadi. Percayakan pada kekuatan socmed di Indonesia yang patut saya beri ancungan jempol. Bayangkan, ternyata disana ada banyak orang-orang baik yang bersedia bahu-membahu membantu dari hal yang terkecil, menjadi relawan yang memberikan tenaga dan waktunya untuk berbagi dan saling membantu.

Indonesia berkabung...
Itulah suasana yang mencekam saat ini di Indonesia. Masih belum lepas dari ingatan bagaimana banjir bandang yang menerjang Wasior serta lambatnya penanggulangan bencana serta sulitnya menjangkau lokasi bencana. Dan tak lama berselang, kita dikejutkan oleh gempa yang mengguncang Mentawai yang berpotensi tsunami dan bahkan sudah terjadi. Beberapa desa dikabarkan lenyap dan sekitar 500 orang dinayatakan lenyap, tak berbekas. Lebih miris lagi, saat saya menonton berita pada saat Pak Beye mengunjungi lokasi bencana, seorang bapak menangis tersedu-sedu sambil berkata: “Pak, lihatlah betapa bencana ini sungguh mengerikan, saya kehilangan istri dan anak-anak saya, semuanya pergi dalam sekejap”. Sungguh saya tertohok karenanya.

Tak berhenti sampai disitu, dalam tempo tak lebih dari 24jam, sekitar pukul 9pm waktu korea (27 Oct 2010), saya membaca TL di twitter tentang Gunung Merapi yang akhirnya berubah dari status SIAGA menjadi AWAS. Tak perlu menunggu lama, wedus gembel yang jadi momok tersebut, langsung menelan sejumlah korban, termasuk Mbah Marijan, sang juru kunci dan seorang reporter serta relawan PMI…(semoga amal ibadah mereka diterima disisi-Nya). Mengevakuasi ribuan orang-orang ke daerah yang aman daam waktu yang relatif singkat juga menyisakan trauma bagi anak-anak korban merapi (Baca kisah dr. Julian Sunan).  Belum lagi ada kisah lucu mengharukan yang diceritakan oleh dr.Tri, salah satu relawan untuk merapi. Katanya, ada seorang bapak tua yang sudah rabun dan sebatang kara yang ikut mengungsi di posko mereka. Selama dipengungsian, Pak Bardi ini tak mau makan dan minum, katanya lebih baik mendahulukan anak-anak dulu. Kemaren siang Pak Bardi hilang dari posko, dr. Tri panik dan mulai mencari-cari disekitar posko. Akhirnya dia minta anggota kopasus untuk nyari Pak Bardi, dan beliau ditemukan di sekitar rumahnya. Ternyata dia pulang ke rumahnya untuk menjemput dua ekor kambingnya. “Kasian mereka ditinggal, dan hanya ini yang saya punya” ujarnya, sambil mengalungkan radio transistor butut di lehernya. Kemudian dr.Tri mohon ke anggota kopasus itu agar dua ekor kambing Pak Bardi ikut mengungsi pula. Selesai… dan saya langsung mewek.

Jadi merasa betapa saya ga pandai bersyukur. Kalau disini saya masih saja ngeluh tentang suhu yang mulai mendingin dan kesal kalau heater-nya ga membuat ruangan menghangat. Padahal di Jogja sana, ada ribuan orang-orang yang mulai mengakrabkan diri dengan hujan abu yang amat berbahaya itu. Tidur kedinginan kala hujan mengguyur tempat pengungsian mereka. Anak-anak yang tercerai berai dari orang tua mereka, belum lagi bayi-bayi mungil turut menjadi korbannya.

Diatas semua itu, saya cuma pengen kita berbuat hal yang kecil, lending our hands. Dengan cara apa?
Sudah saatnya bergerak. Mari bersatu merapatkan barisan. Bantuan dari kita semua akan sangat berguna bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Setidaknya, jika kita tak punya cukup waktu, tenaga, atau materi untuk disumbangkan, kita bisa membantu menyebarluaskan berita dan informasi tentang situasi terkini di lapangan, memberikan informasi tentang kemana bantuan dapat disalurkan, dan sebagainya.

Mari sama-sama saling membantu, apapun itu, seberapa pun itu, demi Indonesia yang lebih baik #prayforindonesia #onedayforindonesia

Need ur support, then!!! 


-Romauli (-uLLy-), PKNU-Busan-





댓글 없음:

댓글 쓰기